Monday, October 31, 2011

Khianat Kawan Sendiri

"Kawan makan kawan."


Mungkin itu istilah yang paling sesuai untuk katakan sekarang.
Masih ada orang yang dianggap kawan, sahabat, teman buat macam ini dekat diri kawan sendiri?
Kenapa ye kau sanggup buat macam ini dekat kawan engkau sendiri?
Banyak tanda soal yang bermain dalam fikiran sekarang.
Padahal kau pernah rasa macam mana sakitnya hati bila ada seseorang yang cuba musnahkan kebahagiaan yang dah lama dijaga dan seseorang itu adalah kawan kau sendiri.
Sakit betul rasanya, betul tak?
Tapi kenapa kau pula jadi orang yang nak musnahkan hubungan orang lain sekarang?
Kalau nak balas dendam sekali pun, tolong jangan balas dekat kawan kau sendiri.
Kau sedar ke tak apa yang kau buat sekarang?
Ke kau buat-buat tak sedar?
Ke kau memang sengaja gunakan orang yang betul-betul kawan kau ni sayang untuk kau lepaskan geram, sebab kau pernah dikhianati oleh kawan kau dulu?

Hanya satu yang nak diri ini ingatkan,
Sekali kau sakitkan hati seseorang, Allah SWT akan balas 5 kali ganda sakitnya suatu hari nanti. Tak perlu tunggu hari pembalasan, dalam dunia ni Allah akan bagi (cash).
If kau nak teruskan perangai kau yang macam (malas nak cakap), just go on laa friend.


Kepada orang yang dikhianati, bersabarlah.
Sesungguhnya Allah SWT sedang mengujimu, percayalah Allah tidak akan menguji hambanya diluar kemampuan dirinya. Percayalah juga, setiap yang berlaku pasti ada hikmahnya. Bersabarlah selagi kamu mampu untuk bersabar.
Walau apa pun yang berlaku, diri ini akan tetap menyayangi dirimu dan menganggapmu seperti seperti ahli keluargaku sendiri.

Kepada you all, sekiranya you all sanggup tengok kawan you all sendiri dikhianati macam kes ini, you all buatlah. Tapi balasannya, you all akan terima nanti. Ini bukan doa, tapi ini sekadar peringatan dari Mira juga untuk diri Mira sendiri. Renung-renungkanlah wahai insan yang bernama KAWAN.

Tuesday, October 25, 2011

.Cinta Tiada Akhirnya.



Kuyakin cinta ku ini
Tak bisa melangkah pergi
Kaku berdiri disini
Menanti lafaz kasihmu
Biar kau akui dan aku kekasihmu

Gelora asmara tika bersama
Bunga mekar seluruh semestanya
Mimpi indah kita bintang bewarna
Janji setia kita
Selama di taman cinta

Cinta tiada akhirnya
Membara kekal ke syurgamu
Tak usah kau raguiku
Sayangku dengarkan kasih
Aku milikmu selamanya
Percayalah

Kasih antara kita
Tercipta abadinya
Tak mungkin memisahkan aku dan dia
Ukir namu dalam
Cintamu selamanya
Biar semarakkan kasihmu
Selalu



.Hanyut.

sNz

Harus bagaimana lagi
Dan terus begini
Dengarkan aku
Lihat ke mataku

Cukup sudah kau menghukum
Salahku tetap salahku
Benarkan ku berbicara
Agar bisa pulih semua

Namun harus sampai bila
Kau kan diam seribu bahasa


Maafkanlah ku tak bisa hidup tanpa kamu
Fahamilah ku tak mampu terus tanpa kamu
Bagaimana ku nanti
Bila tiada mengganti
Yang ku ada hanya kamu saja

Saat mata terpejam
Hanya kau ku terbayang
Menghapus semua segala rasa di jiwaku

Saat mata terbuka
Kamulah yang pertama
Tak mampu aku
Bayangkan
Hidup tanpa dirimu


Aku memang bersalah
Selalu saja mengabaikan mu
Dan tapi dah ku sedari
Segala perit kau lalui
Ku terlupa kau terluka

Dan memang selalu
Aku bersalah
Selalu saja mengabaikan mu
Meninggalkan mu
Dan tetapi itulah aku sedari
Segala perit yang kau lalui
Kerna diriku yang terus hanyut

Maafkanlah ku tak bisa hidup tanpa kamu
Bagaimana ku nanti
Bila tiada mengganti
Yang ku ada hanya kamu saja

Bagaimana ku nanti
Bila kau tak di sisi
Yang ku ada hanya kamu saja



.Pendam.


Aku yang mengejar bayang cinta
Kian terbiar
Terpendam kata
Tak terungkap selamanya

Pedihnya hanya aku yang merasa
Mahu memilikinya
Aku hanya hamba cinta

Bisik hatiku lepaskan dirinya
Sungguh aku tak bisa
Biarlah ku sendiri
Tanpa kasih di hati

Aku tak mampu pertahankan lagi
Cinta yang menyakiti
Biarlah aku pergi
Tiada hampa di hati

Pedihnya hanya aku yang merasa
Mahu memilikinya
Aku hanya hamba cinta

Bisik hatiku lepaskan dirinya
Sungguh aku tak bisa
Biarlah ku sendiri
Tanpa kasih di hati

Aku tak mampu pertahankan lagi
Cinta yang menyakiti
Biarlah aku pergi
Tiada hampa di hati
Aku yang mengejar bayang cinta